Lockdown Dan Kuliah Daring





Masalah saat ini adalah masalah besar dan sudah pandemi. Penyakit ada dimana mana, hingga membuat masyarakat begitu panik. Semua ini tidak terlepas dari pengaruh pemerintah yang akan mengambil kebijakan. Mulai dari kalangan pemodal hingga kalangan bawah, semuanya menunjukan pro dan kontra terhadap kebijakan yang diambil pemerintah.

Ada yang mengatakan lockdown adalah cara terbaik yang harus dilakukan negara dalam tanggap darurat ini, dan ada juga yang mengatakan lockdown adalah cara yg kurang tepat karena berpengaruh kepada beban ekonomi seseorang dan termasuk negara itu sendiri, karena bangsa kita adalah bangsa berkembang dan belum maju. 

Ketakutan ketakutan dirasakan oleh seluruh dunia termasuk Indonesia, oleh covid-19 ini. Pemerintah yang sangat bertanggung jawab dalam hal ini, karena keselamatan masyarakatnya lebih penting dibandingkan dengan ekonomi negara yang anjlok. Hingga akhirnya pemerintah mengambil tindakan yang jelas, bahwa tidak ada lockdown seperti yang dilakukan oleh italia,inggris,malaysia dan negara negara lainnya. 

Sampai saat ini, pro dan kontra terhadap kebijakan yang telah diambil oleh negara masih menjadi permasalahan oleh khalayak. Ada yang mengatakan bahwa, indonesia masih kalah dengan Ghana yang masih  termasuk negara berkembang, tetapi berani mengambil resiko untuk melakukan lockdown. 

Lockdown merupakan penutupan berbagai akses baik itu udara, darat, maupun laut, yang diberlakukan oleh pemerintah pusat jika terjadi sebuah bencana dan seluruh biaya harus ditanggung  oleh pemerintah pusat, baik yang kaya atau pun yang miskin dan bukan cuma manusia saja, tetapi hewan pun harus dalam tanggungan pemerintah. 

Kebijakan ini belum mencapai titik terang dalam masyarakat, ada yang menghendaki, ada juga yang menolaknya karena berbagai alasan. Walaupun, pemerintah pusat sudah menyatakan bahwa lockdown tidak akan di berlaku tetapi tetap ada penanggulangannya seperti social distancing, isolasi diri dirumah dan cuci tangan setiap saat.

 Kebijakan yang diambil pemerintah pasti selalu saja ada pro dan kontra, mereka yang berbeda pendapat soal penanganan ini, masing masing percaya bahwa pendapat mereka lah yang benar.

Keegoisan memang tidak bisa terlepas dari manusia. Setiap manusia diciptakan untuk berbeda beda hingga menghasilkan keindahan yang alami. Keindahan inilah yang mampu membawah bangsa ini untuk terus maju dari keterpurukan saat ini. 

Berbeda dengan pemerintah pusat, mereka pemerintah daerah lebih berani mengambil resiko dengan melakukan lockdown. Bahkan pemerintahan terendah, sebuah desa juga sudah melakukan penutupan akses jalur masuk ke desa mereka untuk menghindari penyebaran covid-19 ini. 

Apa yang dilakukan sebuah daerah tersebut adalah sebuah antisipasi penyebaran virus, mereka menganggap harus melakukan penutupan akses masuk desa. Tetapi tidak semua daerah di indonesia melakukan hal serupa. Ada yang tetap ikut pada pendirian pemerintah pusat untuk tidak melakukan lockdown, karena melihat perekonomian daerahnya. Tetapi tetap menjaga jarak aman untuk melakukan social distancing dan isolasi diri dirumah.

Pemerintahan saat ini sudah melakukan hal yang benar menurut yang pro dan pemerintah itu sendiri, tetapi tidak untuk yang kontra. Banyak hal yang perlu dilakukan sebuah pemerintahan jika ingin bangsanya tetap pada jalur kebaikan bersama. Salah satunya adalah kebersamaan.

Kebersamaan dalam menghadapi pandemi covid-19 ini, adalah sebuah langkah baik dalam mencapai kebaikan bersama. Saat seperti inilah cara terbaik memperbaiki kembali tatanan masyarakat yang anjlok selama ini. 

Situasi seperti sekarang, seorang pemimpin betul betul diuji. Karena kepekaan seorang pemimpin adalah hal yang ditunggu oleh rakyatnya. Seorang pemimpin bisa dikatakan pemimpin jika, mengambil tindakan yang menguntungkan semua pihak tanpa ada intervensi dari pihak lain. Apa pun keputusan pemerintah, saya harap itulah yang terbaik. Karna keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi dalam sebuah Negara. 

Pengaruh covid-19 ini, berdampak parah dalam dunia modern. Baik, pembahasan ekonomi, sosial, politik, kesemuanya di pinggirkan, akibat virus corona ini. Dalam dunia kampus, di Indonesia seluruh kampus di liburkan baik negeri atau pun swasta. Terlepas dari itu semua, pengaruh pembelajaran yang kemarin masih didalam ruangan, berkipas angin bukan AC yaa, (kampus kami memang begitu, terkhusus di fakultas ushuluddin filsafat dan tata boga, ee maksud saya Politik), sekarang akibat virus ini semua berubah, kebijakan untuk libur di keluarkan pihak kampus tetapi bukan berarti perkuliahan juga ikut libur, akan tetapi diganti dengan kuliah online atau daring. Oleh karena itu, sebagian mahasiswa pulang kampung dan sebagian lagi tetap tinggal di kosan, yang tetap tinggal di kosan mungkin karena jaringan di kampung mereka kurang bagus yaa, apa lagi kalau udah melakukan kuliah online lewat aplikasi zoom itu.

Di kota besar sih enak, dibandingkan kami yang dikampung yang jaringannya kurang bagus, sehingga ini yang membuat kita kadang manjat pohon atau nyari bukit bukit demi setetes jaringan, tapi bukan bukit samata ya, karna kami lagi dikampung, ini semua demi aplikasi zoom itu, yang tak terbiasa dengan jaringan lelet. Tapi apa lah daya, mau ngak mau tetap harus hadir, demi melaksanakan tugas kami sebagai mahasiswa yaitu belajar, sampai virus ini hilang dari muka bumi dan semua mahasiswa, terkhusus anak politik jadi sarjana online.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dewan Pengkhianat Rakyat (DPR)

Partai Politik Biang Keladi!!

Partai Politik Telah Mati (Momen Pilkada 2024)