Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

Dewan Pengkhianat Rakyat (DPR)

Gambar
  Di negeri demokrasi, harapan rakyat dijunjung tinggi, namun di Indonesia kepentingan Rakyat itu hanya di atas kertas. Lembaga yang katanya mewakili suara rakyat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah berubah menjadi Dewan Penghianat Rakyat. Betapa ironis, lembaga yang seharusnya menjadi benteng terakhir demokrasi malah menjadi pengkhianat paling ulung. Mereka duduk nyaman di kursi empuk, menikmati segala fasilitas sambil memutuskan nasib rakyat tanpa benar-benar peduli. Alih-alih mendengar dan memperjuangkan suara rakyat, mereka lebih sibuk mengatur strategi untuk mengamankan posisi dan keuntungan pribadi. Kepentingan siapa yang mereka bela? Bukan rakyat, tapi para oligarki dan elit yang terus menggerogoti negeri ini dari dalam. Lihatlah bagaimana mereka dengan wajah tanpa dosa mengabaikan protes dan kritik, seolah-olah rakyat adalah gangguan kecil yang tak penting. Dalam sidang-sidang yang penuh drama, mereka berpura-pura mendengarkan sementara keputusan sudah ditulis jauh sebelum ...

Gibran: Dari Walikota Solo, Wakil Presiden, Dan Calon Ketua Umum Golkar.

Gambar
Gibran putra sulung Jokowi Widodo, yang juga Presiden Republik Indonesia, adalah Walikota Solo dan baru saja terpilih menjadi  Wakil Presiden, mendampingi Prabowo Subianto. Karir politik putra presiden ini, terbilang mulus, bisa dikatakan ini adalah efek dari bapaknya sendiri. Tidak bisa dipungkiri, Gibran terpilih dalam berbagai kontestasi politik bukan karena dia sebagai warga negara yang memang berjuang dari nol (tetapi ada campur tangan seorang bapak, ayah dan tentu saja keluarga itu sendiri).  Tetapi dalam tulisan ini bukan akan mempermasalahkan pro dan kontra soal pencalonan Gibran dalam pertarungan Pilihan presiden kemarin. Tetapi lebih kepada strategi politik dan berbagai variabel yang mendukungnya. Pada saat pencalonan Walikota solo kemarin, Gibran memakai variabel kelanjutan yang ditinggalkan Jokowi sebagai bapaknya sendiri. Tentu saja, bisa dikatakan Gibran mendapatkan keuntungan tersendiri daripada lawan politiknya. Apa yang dilakukan Jokowi kemarin pada saat menja...

Membangun Kesadaran Sosial; Artificial Intelejensi dan Peradaban Manusia

Gambar
                             Kepekaan sosial harus terus ditumbuhkan, jika tidak maka harus di paksa tumbuh. Alam semesta akan berjalan sesuai rotasinya jika saling kepedulian itu ada. Ego sentris, kelompok, teman lingkaran, ideologi dan diri sendiri harus mengambil sikap saling menghargai selain diri kelompok yang ada.  Jika ditinjau dari sisi spiritual, Tuhan tidak menciptakan manusia untuk berlomba dalam eksistensi diri pribadi, tapi untuk meng-eksistensi-kan orang lain, sehingga keseimbangan itu ada dan berjalan beriringan. Ini jalan yang paling baik dan sederhana untuk saling menguatkan di tengah dunia globalisasi yang makin mengasingkan diri pribadi manusia.  Mungkin tidak semua manusia mau dan akan melakukan hal tersebut. Hal paling dasar, ialah menumbuhkan kesadaran pribadi, kelompok dan golongan kita masing-masing.  Post modern, membahas tentang kemodernan dalam dunia yang semakin akan ber...