Membangun Kesadaran Sosial; Artificial Intelejensi dan Peradaban Manusia
Jika ditinjau dari sisi spiritual, Tuhan tidak menciptakan manusia untuk berlomba dalam eksistensi diri pribadi, tapi untuk meng-eksistensi-kan orang lain, sehingga keseimbangan itu ada dan berjalan beriringan. Ini jalan yang paling baik dan sederhana untuk saling menguatkan di tengah dunia globalisasi yang makin mengasingkan diri pribadi manusia.
Mungkin tidak semua manusia mau dan akan melakukan hal tersebut. Hal paling dasar, ialah menumbuhkan kesadaran pribadi, kelompok dan golongan kita masing-masing.
Post modern, membahas tentang kemodernan dalam dunia yang semakin akan berperadaban. Dalam diskursus post modern, yang menjadi pertanyaan mendasar ialah, apa setelah kemodernan ini ?! Apakah ini akan berakhir. Tetapi, setiap masalah dalam peradaban ini, akan selalu saja datang peradaban baru, dan itu manusia dituntut untuk selalu adaptasi terhadap alam semesta ini.
Menghidupkan peradaban juga, tidak saja berbicara tentang penemuan baru yang muncul, atau apa yang harus diciptakan untuk mengoreksi hal baru ini. Untuk memberi warna, aura, model, dan nyawa kepada peradaban baru itu, harus ada unsur seni yang tercipta. Seni tidak berbicara bagus atau tidaknya, tetapi seberapa dalam atau dangkalnya penemuan itu yang bernyawa seni itu.
Artificial intelegensi atau (AI), adalah awal manusia generasi sekarang untuk dibuat bermalas-malasan dalam keadaan sekarang, berbeda dengan generasi yang sudah mengalami beberapa penemuan atau peradaban, bisa di katakan manusia transisi dari peradaban satu ke yang lainnya, ini bukan awal tapi sebagai hasil dari banyaknya pertanyaan yang sudah lama di pertanyakan.
Sisi negatif positif itu tetap ada, tinggal bagaimana kita tetap mempertahankan kesegaran atau membangun kesadaran bagi manusia yang belum mempunyai kesadaran. Karena melalui kesadaran, manusia generasi sekarang tidak gampang di pengaruhi dari sisi negatif peradaban baru ini.
Seperti perspektif seni, melihat segala sesuatu dari sudut pandang dalam atau dangkal sebuah penemuan. Dalam artian melihat sisi positif dan negatifnya. Ini juga bisa menjadi landasan memberikan kesadaran dalam diri pribadi kita.
Sebagai generasi yang lahir di awal reformasi, yang mengawali segala macam fenomena alam (awal globalisasi, penemuan AI dan perubahan politik yang cepat), penulis, merasa bahwa poin penting dalam mengarungi dunia yang silih berganti sudut pandang adalah kesadaran itu sendiri .
Tujuan penciptaan ku, tidak sederhana menurutku dan alam sosial yang ada. Melihat bahagia manusia lainnya dan memberi kesenangan kepada sesama adalah tujuannya. Semoga saja, rasa peduli ini terus ada sampai akhir kehidupan.

Komentar