Simpatisan Bertopeng Politisi.




Dalam suatu pemilu atau pilkada,  ada yang berperang sebagai politisi dan simpatisan. Politisi bisa dikatakan sebagai orang yang menjadi figur calon atau seorang kader partai.

Sedangkan simpatisan ialah, seorang yang memberikan hak suaranya pada saat pemilihan/pemilu/pilkada, kepada salah satu calon.

Simpatisan bisa juga dikatakan sebagai seseorang yang berkampanye atau ikut menyuarakan calon pemimpinnya.
Jadi, politisi dan simpatisan itu berbeda. 

Terlepas dari itu semua, kadang kadang kita menemui seorang simpatisan yang ngaku politisi. Seperti yang penulis jelaskan diatas, bahwa politisi tidak sama dengan simpatisan, karna perbedaan yang mendasar tadi. 

Sebagai seorang pengamat politik yang abal abal, tapi punya dasar untuk berbicara soal politik. Beberapa politisi ataupun simpatisan biasanya tidak mempunyai dasar, dalam melihat aspek penting dalam dunia politik.

Mereka hanya melihat seberapa besar figur, uang, dan baliho yang terpampang dijalanan.  Sehingga membuat meraka terlena dengan alat alat kampanye tadi. Ini yang sebenarnya kurang  dilihat oleh seorang politisi atas tindakan yang simpatisannya.  Disini juga butuh pendidikan politik untuk simpatisan. 

Seorang politisi, seharunya mempunyai dasar dan tujuan. Seperti yang pernah dikatakan oleh Gusdur, bahwa orang yang ingin terjun kedalam politik harusnya menjadikan cita cita orang banyak sebagai tujuannya, karna politik ialah memperjuangkan nasib orang banyak.

Sebagai seorang simpatisan partai atau salah satu figur calon pemimpin, biasakan memperkenalkan figurnya itu dengan visi misi yang dia bawah bukan dengan slogannya. 

Karna yang menentukan maju atau tidaknya sebuah daerah kedepannya ialah visi misi yang di Gaungkan oleh figur beserta simpatisannya atau tim kampanyenya.

Kalau kata Gusdur sih, Gitu aja kok repot! 








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dewan Pengkhianat Rakyat (DPR)

Partai Politik Biang Keladi!!

Partai Politik Telah Mati (Momen Pilkada 2024)