Dewan Pengkhianat Rakyat (DPR)
Di negeri demokrasi, harapan rakyat dijunjung tinggi, namun di Indonesia kepentingan Rakyat itu hanya di atas kertas. Lembaga yang katanya mewakili suara rakyat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah berubah menjadi Dewan Penghianat Rakyat. Betapa ironis, lembaga yang seharusnya menjadi benteng terakhir demokrasi malah menjadi pengkhianat paling ulung. Mereka duduk nyaman di kursi empuk, menikmati segala fasilitas sambil memutuskan nasib rakyat tanpa benar-benar peduli. Alih-alih mendengar dan memperjuangkan suara rakyat, mereka lebih sibuk mengatur strategi untuk mengamankan posisi dan keuntungan pribadi. Kepentingan siapa yang mereka bela? Bukan rakyat, tapi para oligarki dan elit yang terus menggerogoti negeri ini dari dalam. Lihatlah bagaimana mereka dengan wajah tanpa dosa mengabaikan protes dan kritik, seolah-olah rakyat adalah gangguan kecil yang tak penting. Dalam sidang-sidang yang penuh drama, mereka berpura-pura mendengarkan sementara keputusan sudah ditulis jauh sebelum ...

Komentar