PUISI; Keteduhan Pohon Karet PT LONSUM
Dibawah pohon mu, kutemukan keteduhan.
Dimana, masyarakat banyak bergantung kepadamu. jauh jauh engkau dari negeri kincir angin.
Memberikan janji agar masyarakat memberikan lahannya untuk kau tanami pohon yang akan menghasilkan pundi pundi uang.
Puluhan tahun masyarakat menunggu, dan tidak semua dapat bagian. Dan pada akhirnya semua hanya gurauan semata.
Disaat para istri dan anak dari masyarakat yang engkau pekerjakan berharap padamu. Disaat itu pula engkau hanya memberikan baunya saja.
Disaat masyarakat ingin mengambil kembali tanahnya, engkau katakan mereka pencuri, melanggar hukum.
Tetapi, disaat itu pula engkau tak sadar dengan dirimu, bahwa engkau lebih busuk dari bau karet-mu.

Komentar