Ecek-Ecek Pendidikan.
Tepat pada hari ini gerakan 30 September atau lebih di kenal G 30 S PKI. Biasanya para pelaku intelektual melakukan seminar seminar di hari bersejarah lainnya. Berbeda dengan kali ini, diskusi tentang sejarah bangsa yang sangat kelam ini bahkan tidak ada satu pun orang intelektual yang melakukan, apalagi melakukan seminar.
Tiap zaman ada pelakunya, tiap pelaku ada zamannya, kira kira begitu kata para intelek berbicara. Ruang diskusi itu, seakan akan di kunci atau di bungkam untuk di bicarakan bersama, bagaimana sebenarnya sejarahnya.. apa yang menyebabkan ini terjadi... apa tujuan dari gerakan ini... dan pihak siapa yang paling di untungkan dalam gerakan ini... semua ini menjadi pertanyaan di benak saya dan kita semua pastinya.
Siapa yang berhak memberikan pandangan tentang gerakan yang melanggar HAM ini, yang melakukan gerakan radikalisme bahkan lebih berbahaya dari gerakan masif lainnya. walaupun sebenarnya tidak boleh di bandingkan dengan gerakan berbahaya lainnya. seperti yang kita ketahui bersama gerakan ini sangat masif, terstruktur dan terpimpin. sehingga mengorbankan 6 jendral dan 1 perwira.
Ada yang mengatakan dalang semua ini adalah PKI atau partai komunis Indonesia, yang menganggap jendral jendral ini mengancam stabilitas negara. ada juga yang mengatakan bahwa dalang dari semua ini adalah Amerika lewat CIA-nya yang ingin Soekarno lengser dari pucuk kepemimpinan.
Tapi, kita tidak sedang membahas gerakan ini. kita hanya fokus bagaimana dunia pendidikan sebagai dalang pencerahan untuk melakukan agenda agenda yang masif, terstruktur dan terpimpin, hingga mencapai kebijaksanaan dalam kehidupan sehari hari.
Dunia pendidikan, bukan lagi menjadi sumber pencerahan tetapi sebagai ladang untuk mencetak pekerja pekerja baru yang akan di sodorkan ke dunia industri. pendidikan kita tidak bisa di pisahkan dari sejarah yang di tanamkan oleh penjajah yang merusak struktur pemikiran yang sehat.
Inti dari pendidikan kita (Indonesia) adalah Pancasila. setiap sila yang di ajarkan adalah pedoman dalam menjalankan kehidupan ini. walaupun pemikiran bangsa kolonial itu masih melekat. tetapi, Pancasila datang sebagai proses perbaikan dan pembaharu pemikiran, mental dan cara pandang kita untuk menatap masa depan bangsa kita.

Komentar