Menyerang Lewat Psikologi; Pilkada Gowa




Dalam strategi perang ala sun Tzu, menyerang psikologi adalah hal yang paling berbahaya. Ini dapat dilakukan suatu perebutan kekuasaan, seperti halnya pilkada. Penyebaran alat kampanye baliho atau stiker dapat memberikan efek abstrak. Perlu melakukan kroscek mendalam tentang gambar yang terpajang di sepanjang area pertarungan. Biasanya penyerangan psikologi dilakukan untuk mengamankan basis massa. Penempelan stiker di depan pintu rumah, walaupun tanpa persetujuan penghuni rumah. 

 Lawan biasanya akan merasa bahwa basis massa telah diamankan, sehingga tidak ada ruang untuk masuk. Hal ini dapat di antisipasi lewat pemberian alat kampanye juga, atau dengan cendramata yang disukai oleh basis massa lawan. Area basis biasanya akan diklaim, untuk tidak bisa di masuki oleh lawan. Teknik psikologi ini, tidak akan bertahan lama tanpa mengamankan basis massa dengan hal hal yang disukai basis, bantuan sosial, bantuan jasa, atau bantuan secara materil yang memang menjadi senjata paling ampuh. 

Hukum ke 39 dalam buku Robert Green, mengobok-obok air untuk mendapatkan ikan. Strategi ini untuk melawan serangan psikologis basis massa lawan. Memasuki area lawan, dengan memberikan bantuan tanpa melakukan pemaksaan, dengan memberikan pilihan sendiri kepada basis lawan untuk memilih pilihannya sendiri, walaupun tujuan sebenarnya ialah memecah konsentrasi basis lawan. Stratak ini juga berguna, untuk memperjelas basis massa lawan, meninjau seberapa kuat basis ini bertahan mempertahankan massa-nya. Tetapi, kembali lagi, cara dan taktik yang digunakan dalam pertarungan bisa di sesuaikan dengan kondisi lapangan yang ada. Mengacaukan pikiran lawan dengan pemasangan baliho, umbul-umbul, stiker dan pembagian buklet, memberikan efek domino. 

Menjaga basis massa di area kandang, dengan memakai teknik menyerang psikologi ialah hal yang harus di lakukan, tetapi hal ini tidak menjamin dalam jangka panjang. Lawan yang terkena area psikologis-nya, biasa menggunakan teknik Robert Green dalam hukum kekuasaan ke 39, untuk mengacaukan area basis lawan. Mengacaukan basis lawan, dilakukan untuk memahami psikologi basis lawan. Selain itu, mengacaukannya lewat pembagian atribut untuk memecah konsentrasi massa, walaupun tujuan awalnya bukan untuk merebut semua massa yang ada.

Untuk menjaga basis massa atau ingin mengacaukan basis massa lawan, dapat dilakukan lewat Hukum ke 49; Kelabui matanya, Cuci otaknya, Masuki hatinya. Wkwkwkwkwkwkwwkwkw

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dewan Pengkhianat Rakyat (DPR)

Partai Politik Biang Keladi!!

Partai Politik Telah Mati (Momen Pilkada 2024)