Peran Pemuda Dalam Pendidikan Politik; Membentuk Masyarakat Demokratis
Pemuda selalu berbeda dalam mengekspresikan kondisi yang sedang dialaminya. Ekspresi itu muncul dari ide-ide unik, seperti dalam konteks kritis terhadap suatu kebijakan, biasanya melalui unggahan konten di media sosial, facebook, tiktok, instagram dan lainnya. Tidak bisa dipungkiri peran media sosial menjadi alat paling ampuh dalam mengekspresikan diri dalam mengontrol kebijakan pemerintah dan hal lainnya. Pemuda sebagai garda terdepan, memberikan pendidikan politik, selain dari pada KPU, Bawaslu, dan partai politik. Membentuk budaya yang demokratis, bersikap dengan penuh nilai, berpartisipasi aktif, serta menanamkan sikap yang kritis. Bagian ini yang perlu ditanamkan dalam masyarakat luas, lewat peran pemuda.
Budaya yang demokratis, memiliki pemahaman tentang hak dan kewajiban dalam sistem demokrasi. Kecenderungan partisipasi aktif pemuda dalam pendidikan politik, memberikan gambaran umum kepada masyarakat, contohnya melalui platfrom media sosial. Alternatif pendidikan politik lewat media sosial termasuk gampang, dikarenakan hanya dengan kuota dan membagikan secara luas, maka masyarakat dapat mengaksesnya dengan gampang. Pemahaman tentang sistem politik, bagian dari pendidikan politik yang akan di jelaskan oleh pemuda. Pemilihan dalam menentukan calon pemimpin dari visi-misi, sehingga masyarakat tidak lagi menentukan pemimpin dari politik uang.
Bersikap penuh nilai, bahwa masyarakat harus memiliki integritas dalam memilih sumber informasi. Di era dengan banjirnya informasi yang tersebar luas, masyarakat dibentuk oleh sudut pandang lewat media sosial, padahal tidak semua informasi yang tersebar luas adalah informasi yang benar. Cara pemilihan informasi dari sumber yang terpercaya harus juga di sosialisasikan oleh pemuda. Penyampaian informasi bagian dari pendidikan politik. Mengurai informasi, mencari tahu dari beberapa sumber dan membandingkan informasi tersebut, sehingga menghasilkan pengetahuan yang benar. Penggunaan informasi yang benar menjadikan masyarakat sebagai manusia yang dewa dalam sistem demokrasi.
Pendidikan politik, dengan menyediakan sarana yang menarik bagi masyarakat. Meninjau segi kebijakan pro rakyat, visi-misi yang di paparkan menghasilkan implementasi yang nyata, dan memberikan kewenangan memilih program yang akan dijalankan terlebih dahulu. Sehingga meningkatkan partisipasi aktif dalam sistem demokrasi. Sikap kritis dalam melihat segala bentuk penyelewengan yang melanggar moral, etika, dan menimbulkan sikap toleransi sesama masyarakat luas. Pemuda harus menjadi pengontrol dalam masyarakat. Sikap saling menghargai, mendengarkan masukan, mepertimbangkan segala sesuatu sebelum bertindak, menjadikan pemuda mampu mengawasi jalannya masyarakat sosial.
Peran pemuda dalam memberikan edukasi, membentuk masyarakat yang kreatif. Budaya kreatif, mampu membawah masyarakat menjadi manusia yang bebas dan bertanggung jawab dalam menjalankan perannya sebagai warga negara. Pelayanan yang diberikan oleh negara, kadang tidak memberikan kepuasan dalam masyarakat luas. Peran pemuda sebagai orang orang yang terdidik, mempunyai akses informasi yang luas, memahami pengaruh sistem dalam bernegara, ditambah dengan cepatnya beradaptasi dengan dunia modern seperti sekarang. Hal ini memberikan pemuda peluang yang lebih besar dalam menjalani kehidupan dimasa yang akan datang.
Pemuda memberikan proses pendewasaan kepada masyarakat untuk mengalami perubahan dari segi kontrol pengawasan dan mempunyai moralitas yang baik. Sehingga berdampak pada pembentukan masyarakat yang ber demokratis. Pengenalan sistem politik ini memberikan dampak positif terhadap sumber daya manusia yang lebih mengedepankan rasionalitas, baik secara formal ataupun informal. Peran pemuda untuk menyadarkan yang lupa, memberitahu yang tidak tahu, dan membentuk tatanan masyarakat yang berkeadilan di semua lini kehidupan bernegara.
Peran pemuda bukan lagi mengembangkan diri sendiri, fokus utama yang akan dituju ialah, bagaimana pemuda mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat dalam peningkatan pengetahuan politik, mempengaruhi partisipasi masyarakat, dan menstabilkan kondisi sosial masyarakat yang mempunyai nilai, moral, serta etika bernegara dan berbangsa.

Komentar